Well, sepertinya udah lama banget nih saya ngga posting. Maklum, berbagai kesibukan akhir-akhir ini mengalihkan dunia online saya. Dari yang tadinya bisa online sehari nyampe 6jam, sekarang kurang. Kalopun online paling hanya sebatas online, just watch what happened in the world, without posting new article, tweet or status update.

Oke, malem ini, ditengah kesibukan yang segudang, saya sempatkan hadir di hajatan teman-teman IMA (Indonesia Marketing Association) subchapter IT Telkom, Marketing Goes to Campus (MGTC). Acara ini adalah acara talk show tentang marketing, baik itu dalam dunia enterpreneur, professional maupun organisasi dan forum. Jadi, kalo biasanya kata marketing itu identik dengan jualan, malem ini, persepsi itu agak bias. Kenapa? Ayo kita cari tahu!!

Marketing Goes to Campus adalah salah satu acara talkshow yang diadakan oleh IMA sc ITTelkom yang membahas tentang marketing secara lebih santai, dan mudah dipahami serta dipraktekan dalam kehidupan sehari-hari oleh masyarakat khususnya mahasiswa. Tema acara ini sebenarnya adalah Marketing for your life. Pembicaranya pun ngga main-main lho, mereka rata-rata praktisi bisnis dan publik figur dalam bidang marketing baik dalam lingkungan korporasi maupun forum.

Siapa aja sih pembicaranya? Ini dia,

  • @yuswohady (pakar socmed) dan beberapa praktisi di bidang Youth,Women and Netizen
  • @citranatasya (ChairWomen IndonesiaYouthConference)
  • @pasarsapi (Founder of Akademi Berbagi )
  • @denysantoso ( Founder Sixreps & duniafitness.com )

Yang asik lagi, MGTC dipandu mojang mojang geulis, seorang duta Pariwisata Bogor, dan Putri Pariwisata Indonesia. Jadi betah deh mantengin acara ini dari jam setengah 9 sampai jam 12 tadi. Acara ditutup oleh Standup Comedy Indonesia yang sumpah gokil banget! Apalagi si Kang Ernestnya ngebanyol tentang semut yang kurang ajar gara-gara nggigit bijinya. Parah abis lah ngocolnya!!

Oke, agak serius sekarang. Kenapa sih judulnya How to Marketing Your Ideas? Kenapa ngga pake judul asli MGTC aja? Ada beberapa pertimbangan sih, tapi yang lebih utama karena dari awal sampai akhir acara hampir semua pembicara menceritakan tentang bagaimana meenyampaikan ide kita (bisa produk, gagasan acara, jasa, dll) ke orang lain dan mengajaknya bergabung dengan kita. Yup, semacam soft-selling gitulah. Eh, apa itu soft-selling? Sabar, kita bahas satu-satu.πŸ™‚

Narasumber pertama, Mas Yuswo Hady (twitter: @yuswohady)

Mas Yuswo lebih banyak membahas tentang Marketing Conversation. Maksudnya disini, bahwa dunia marketing sudah ngga seperti dulu lagi, vertikal. Saat zaman berubah, saat twitter dan facebook mendunia, marketing telah berubah menjadi horizontal! Disini, ada beberapa point penting yang saya tangkap dalam promosi, terutama dalam menggunakan socmed. Check it out!

  • Jangan nge-blast iklan di socmed. Kalo kebanyakan nge-blast iklan, bisa-bisa kita lebih mirip tivi dikosan yang selalu memaksa menampilkan iklan, iklan dan iklan. Lama-lama bisa dianggap spam kita. Atau lebih parahnya, follower bisa ngurang drastis tuh.
  • Social Media is two directional communication.Socmed itu digunakan untuk komunikasi dua arah. Ada stimulus dan ada respon. Jadi tanggapi respon konsumen kita, jangan jaga jarak, jangan sombong, rangkul mereka layaknya teman.πŸ˜€

Narasumber kedua,Bu Ainun Chomsun (twitter: @pasarsapi)

Nah, kalo Ibu yang ini adalah seorang ibu yang juga pendiri dari gerakan Akademi Berbagi. Ada beberapa point mantab yang bisa kita terapkan:

  • Komitmen. Usaha apapun, mau dagang, mau bikin komunitas, kalo ngga punya komitmen sama aja bohong! Komitmen itu bukan hanya di awal lho, tapi sampai kapanpun itu, sekali jalan, ya harus tetap jalan. Jangan angin-anginan!
  • Konsisten. Sama susahnya dengan komitmen. Konsistensi penting untuk menjaga usaha kita, organisasi kita maupun proyek kita tetap berjalan dan pada jalurnya. Tanpa konsistensi, beuh, kapan jadinya tuh proyek?
  • How to becoma a marketer? Gimana sih caranya jadi seorang pemasar? Simple!πŸ™‚ Its all about how to sell yourself. Kenali potensi diri, dan jual potensi itu. Tentunya dalam bidang positif lho yaa.
  • Kalo udah mulai deh Personal Branding. “Lo mau dikenal sebagai apa?”merupakan pertanyaan dasar dari personal branding. Dari “kita ingin dikenal sebagai seorang apa sih?” inilah kita mulai memasarkan diri kita. Kalo yang mau jualan kaos, buatlah image kalo kamu jago desain dan jago produksi kaos. Buat beberapa konten tentang kaos-kaosmu, tentang desainmu, tentang “gimana sih cara buatnya?”. Dari situ, kalo orang-orang udah tau kalo kamu jago, baru deh jualan. Eh, jualan bisa juga disambi dari awal lho yaaa.
  • Make your own story. Mulailah membuat ceritamu, dari sekarang sampai nanti kalo udah sukses.

“Beri kaki pada mimpimu, biar ia turun ke bumi dan mulai berjalan dan berlari”

– Ainun Chomsun

Narasumber ketiga,Citra Natasya(twitter: @citranatasya)

Kalo dari narasumber yang ini sih agak kurang jelas juga sih. Maklum kita cuma beda setahun kayaknya. Dia anak UPH angkatan 2008 cuy!! Geulis lagi! Hahahaha. Oke, si Citra ini selama 30 menitan dia cerita tentang forumnya, Indonesia Young Congress yang kalo kata Kompas jadi Sumpah Pemuda III. Intinya mah dia pengen membuat forum pemuda Indonesia dan melakukan perubahan, ya dari masalah-masalah di sekitar kita. Nice forum with a nice objective! What a nice sharing!

“Share your idea, discuss it with others and make them buy your idea. It is Idea Marketing.”

– Citra Natasya

Narasumber keempat, Mas Denny Santoso (twitter: @denysantoso)

Nah, ini dia narasumber yang ditunggu-tunggu. Bener-bener seorang praktisi handal di bidang bisnis fitness dan supplement. 12 tahun teruji, jadi udah paten lah ya. Oke ada beberapa hal yang bisa kita ambil dari penjelasan Mas Denny ini.

  • Banyakin konten. Ingat, social media itu bukan tempat untuk promosi sembarangan. Beri manfaat pada para follower, maka mereka akan tetap setia menjadi follower kita. Masalah bisnis? bisa disela-sela sharing konten. Dan ini lebih efektif. Kenapa? karena, secara ngga langsung, dengan memberi konten-konten yang bermanfaat (tentunya yg berhubungan dengan produk kita), orang akan menganggap kita expert di bidang itu, dan percaya pada kita dan produk yang kita tawarkan.πŸ˜€
  • Pancing konsumen ke web kita. Gimana caranya? Ya dari sharing konten itu tadi. Gampang kok, misalnya dari 6 masalah, ambil 3 dan share di twitter. Ajak komunikasi para follower kita. Habis itu kasih link tentang ulasan lengkap ke web kitaπŸ˜€
  • Bangun trust konsumen ke kita. Simple kok. Cukup minta testimonial dari konsumen yang udah menggunakan produk kita, dan pajang deh di twitter dan web kita.
  • Ulas masalah di sekitar kita. Gak usah susah susahΒ  cari masalah yang berat. Cukup dari keseharian aja. Ulas dari sudut pandang kita. Dan lakukan sesering mungkin. Kalo bisa nyambung sama produk yang kita jual. Tujuannya apa sih? Dengan semakin banyak kita memberi solusi terhadap masalah sehari-hari, makin expert juga kita dipandang oleh calon konsumen kita. Mas Denny sering melakukan ini dan efeknya? Penjualan bertambah beberapa kali lipat.
  • Dont Hard selling. Inget, twitter dan teman-teman socmednya bukanlah pasar. Kita ngga bisa jualan seenaknya di socmed. Bisa-bisa malah kena banned sama para follower ntar gara-gara nge-spam. Perbanyak konten bermanfaat bagi para follower dan calon konsumen. Sesekali barulah kita lakukan direct selling (hard selling) ke konsumen via twitter.

Oke, sepertinya segini aja dulu ya, udah rada ngantuk. Ada yang ngerasa kurang? Atau ingin sekadar berbagi dan diskusi masalah marketing, baik idea marketing maupun konvensional marketing? Langsung aja berkomentar..πŸ˜€

2 thoughts on “#MGTC – How to Marketing Your Ideas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s