Kaleidoskop 2011

Well, cuma tinggal menghitung menit, tahun 2011 ini kita tutup lembaran ceritanya. Banyak sekali hal yang luar biasa terjadi di tahun yang penuh angka cantik ini, banyak hal yang membuat hidup saya berubah beberapa derajat atau bahkan menjadi berbeda sama seklai dari tahun-tahun sebelumnya. Dan, semuanya akan saya tulis di jurnal kali ini.

Kuliah

Yup, dunia kuliah rasanya takkan lepas begitu saja dari hari-hari saya untuk setidaknya 2,5 tahun kedepan. Di tahun ini, saya mempunyai tiga cerita perkuliahan yang sangat bertolak belakang dengan yang mungkin teman-teman lama saya memandang saya saat di bangku sma. Semester satu adalah masa-masa paling gemilang bagi saya, segalanya terasa mudah, Algoritma Pemrogaman, Pengantar Teknik Industri, Gambar Teknik, Pengetahuan Lingkungan, Agama, Bahasa Inggris dan toufelnya yang ketat merupakan mata kuliah yangย  menjadi santapan ringan bagi saya (kecuali kalkulus).

Semester 2 mungkin jadi titik balik saya, dari semester satu yang panen A, disini saya harus mati-matian menahan kantuk, capek, demi tetap terjaga di kelas, demi tetap mengerjakan tugas dari para dosen. Gimana tidak? Di semester 2 ini, setengah semester saya gunakan untuk mengejar mimpi saya menjadi seorang asisten lab. Ya asisten lab! Dimana rekruitasinya cukup menguras tenaga dan fikiran, dari tugas yang keluar tiap hari, riset hingga malam demi memperoleh nilai maksimal, team work hingga pagi dan masih banyak lagi. Dan semua itu kadang sukses membuat saya tertidur ditengah ceramah dosen, di sela-sela giliran presentasi atau bahkan ketika quiz! Jangankan belajar, untuk istirahat pun cuma bisa 2-4 jam dalam sehari atau bahkan 2 hari.ย  Dan, akhirnya IP 2.95 mendarat di transkrip semester 2 dan membuat saya cukup malu untuk pulang ke rumah.

Semester 3, welcome!! Dengan semangat baru, target IPK balik lagi ke posisi 3,5 dicanangkan keras-keras. But, its not as simple as it seem. Hampir semua mata kuliah semester 3 ini dipenuhi oleh asumsi. Inilah seninya Teknik Industri, dimana sains, engineering dan manajemen menyatu. Dua mata kuliah saya nilai UTSnya hanya setengah dari nilai maksimum, padahal di kesehariannya, saya cukup sering aktif. Dan semester 3 ini dipenghujung tahun 2011 mendekati akhirnya. Seperti apa nilai saya nantinya? Let we see…

I am a laboratory assistant

Yup seperti yang udah diceritakan tadi, di semester dua, saya habis-habisan mengejar mimpi saya. Selama kurang lebih satu-dua bulan saya mengikuti tahap rekruitasi yang cukup melelahkan. Tapi, dari rekruitasi ini, saya mendapat banyak teman dan pengalaman baru. Dan taraaa, setelah UTS semester dua saya mendapat sms seperti ini “Selamat, Anda telah diterima bergabung di keluarga besar Laboratorium Gambar Teknik dan Studio Desain IT Telkom” dari Pak Rino, selaku KaProdi dan Pembina lab ini. Dan malamnya, saya disuruh datang ke lab. Ternyata saya bersama 4 sahabat saya masuk menjadi aslab semua! Alhamdulillah.

Dari sini semua dimulai, posisi yang lebih tentu diiringi dengan tanggung jawab yang lebih pula. Menjadi asisten lab, subhanallah luar biasa enaknya, segala fasilitas belajar kita disediakan disini, dari akses internet hingga 30Mbps yang nyala 24 jam nonstop tanpa limiter kuota, lingkungan kondusif, jaringan dosen serta aslab-aslab senior yang mudah untuk kita mintain tolong kalo nemu kesulitan belajar saat kuliah (saya itungannya aslab junior, hehe). Bahkan akses jurnal-jurnal internasional yang berbayar pun kita bisa dapatkan gratis. Yang lebih enak lagi, pengalaman kerja kita dapet lebih dulu daripada teman-teman lain, proyek yang datang silih berganti, riset-riset, hingga lomba-lomba yang makin mengasah kemampuan dan eksistensi kita. Its a benefit of being a lab assistant! Tapi, kadang, capeknya itu luar biasa juga, kadang harus ngorbanin me time untuk sekedar ngajarin praktikan, mbolos kuliah gara-gara lab sepi padahal harus ada praktikum saat itu, dan tentunya jam tidur yang berkurang. Tapi buat saya hal itu sepadan sih, dengan apa yang kita dapat dari lab dengan posisi kita.

Thanks Allah, its a great gift for me.

Dari donat hingga jaket

Well, awal Februari tahun 2011 yang mulai dengan kesalahan yang cukup fatal dalam bidang keuangan. Kita semua tahu lah, kalo nyawa mahasiswa itu ada di skript nilai sama dompetnya. Nah kali ini dompet saya yang kena. Ceritanya gini, awal masuk setelah liburan panjang, di daerah Sukabirus (daerah kosan saya) banyak pedagang yang belum mood jualan setelah tidur panjangnya. Dan kebanyakan yang gitu adalah pedagang dengan masakah harga murah. Terpaksa deh, setiap pagi makan bubur ayam yang sebenarnya harganya bisa buat makan di warteg 2x. Dan apesnya lagi, tiap malam, makanan yang dijual hanya dan hanya nasi goreng dan teman-temannya. Tepaksa deh uang keluar lebih lagi. Parahnya, setelah para pedagang harga murah ini buka, saya malah kebablasan makan pagi mahal, dan makan malam mahal lagi. Dan,, tanggal 12 Feb (baru 1 mingguan kuliah) uang udah habis!

Eits, tunggu dulu. Bulan Februari kan? *mata nyari tanggal 22* ups, ultah lia. Dan sebagai pacar yang baik, saya harus ngasih kado nih (waktu itu masih pacaran). Terpaksa deh, cari akal. Mau ngasih kado apa ya? Jam? udah, Kalung? udah, Tas? eits, boleh juga. Akhirnya minggu pagi meminjam motor teman, saya pergi ke daerah Cibaduyut. Dan setelah melihat harga-harga tas, luar biasa tidak terjangkau dompet! Akhirnya pikir otak, dan besoknya saya mendapat pencerahan. Saya harus bekerja biar bisa tetap hidup sampai bulan Maret, biar bisa beli tas buat kado pacar. Kenapa ngga minta orang tua lagi aja? Udah gede boy, lagian kalo buat makan sih ngga papa, lha ini buat beli kado pacar. Malu lah, masa berani pacaran tapi ongkos pacaran masih dari ortu sih??

Akhirnya jualan donat pun dipilih dengan alasan bisa disambi kuliah, ngga pake modal, cuma modal dengkul buat jalan pas ngambil ke distributornya, dan untungnya lumayan. Satu bulan jualan donat, hidup saya dua bulan selanjutnya tercover hasil jualan. Nah, setelah UTS, saya ditawari kerja sama menjadi bagian marketing dari vendor clothing milik teman saya. langsung saya ambil kesempatan ini, sambil belajar banyak dari si empunya vendor. Tapi di suatu hari, saat si empunya vendor mengaku sedang tidak mampu mengurus pesanan dari klien saya, saya ngga ragu-ragu mengerjakan pesanan ini sendiri, dengan bendera vendor sendiri. Nyari pabrik muter-muter Bandung yang mau diajak kerja sama, kontroling produksi nyampe kadang keujanan di jalan. Dan alhamdulillah sampai saat ini, sudah empat pesanan dalam jumlah banyak bisa saya layani dengan memuaskan. Dari kaos basket di kampus, Jaket angkatan Unnes, Jaket angkatan anak IPB, hingga jaket-jaket organisasi kedaerahan di kampus. Sekarang, saya sedang melirik ke pasar lain: Kaos distro. Dengan label ISOMETRIC, bismillah semoga bisnis ini berjalan lancar.

My Ride

Setelah satu tahun di Bandung muter-muter pake angkot dan jalan kaki, alhamdulillah, Agustus kemarin saya berhasil membeli sepeda gunung merk United tipe Miami XC. Hasil jualan jaket lho ini, makanya sampai sekarang saya rawat bener-bener. Sepeda ini pernah beberapa kali saya bawa ke CFD di Dago hingga ke Cihampelas tanpa rasa capek sedikitpun saat nggowesnya (aneh bin ajaib).

Dan, satu lagi kuda besi saya, Supra X tahun 2002. Yup, kalo tahun kemarin saya ngga punya kendaraan sama sekali, tahun 2011 ini saya punya sepeda dan motor sekaligus di Bandung. Sebenarnya ngga sengaja sih, awalnya cuma mau mbawa sepeda aja buat transport ke kampus, eh ternyata sepeda motor om saya yang mau kuliah lagi ke Jepang malah menghibahkan sepeda motornya ke saya. Hingga saat ini, saya masih menganggap bahwa motor ini cuma titipan. Yup, titipan yang sewaktu-waktu harus saya pertanggung jawabkan penggunaan dan keadaannya kepada sang empunya motor. Semoga amanah, amiiiin! Yang pasti ini motor sangat tanggung, pernah saya bawa Bandung-Bogor-Jakarta PP dalam 3 hari, ngga rewel sama sekali dan cuma habis 30ribu buat bensin. Nemenin ke pabrik malem-malem juga sering (pernah jam 2 malem baru pulang dari pabrik buat ngontrol produksi jaket).

Chronics UGM

Chronics adalah lomba pertama saya di kancah nasional. Luar biasa, saya ketemu dengan teman-teman yang luar biasa dari berbagai universitas ternama di Indonesia. Dari yang awalnya hanya sebatas lomba perancangan produk & ergonomi, hingga melebar ke sisi marketing. Dan disini saya belajar banyak hal, dari presentasi yang baik, sisi marketing produk. Di event ini juga saya bisa sharing tentang berbagai materi yang kita tidak dapat dibangku kuliah suatu universitas dengan universitas yang mengajarkan materi yang kita butuhkan.

——————————————————————————————————————-

Di tahun 2011 ini, saya banyak belajar tentang kehidupan, dari mulai mencari uang yang ternyata susaaaaah tapi gampang. Hingga self manajemen. Dan, uniknya lagi di tahun ini, hubungan saya dengan ayah saya mulai menemui titik terang, kita mulai ngobrol bareng, dari masalah sepele di rumah di Tegal hingga masalah rencana masa depan, investasi, kerjaan, kuliah dan banyak hal.

Satu yang pasti, 2011 mengajarkan dan memaksa saya untuk hidup di dunia “nyata”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s