[flashback] Chronics 2011

This is my work, this is my luck.

Mungkin kata itu yang cukup menggambarkan keberuntungan saya bersama beberapa teman satu semester silam. Baru beberapa bulan menjadi asisten, baru beberapa kali mendapat tugas dari lab, dan tiba-tiba saya di ajak mengikuti sebuah lomba yang cukup prestisius di bidang Perancangan Produk Industri.

Yup! Chronics, suatu perlombaan tingkat nasional yang diadakan oleh mahasiswa T. Industri dan T. Mesin UGM ini menitik beratkan pada perancangan produk dan pengukuran ergonomi dan keselamatan manusia sebagai usernya. Dan pada tahun ini, Chronics mengangkat tema “Supporting tools for mom and toddlers”. Udah kebayang kan apa aja produk yang akan dilombakan? Yup, semua perkakas tentang Ibu dan bayi maupun balita.

Pada lomba ini, kami cukup dianggap nyeleh . Kenapa tidak? Hampir semua peserta baik sewaktu penyisihan kampus maupun saat di Jogja membuat produk yang bersifat alat bantu anak. Sedangkan kami, membuat jaket yang memudahkan ibu untuk menyusui.

desain jaket menyusui:

Dari 61 proposal masuk, alhamdulillah kami, tim GTX-E 01 masuk sebagai salah satu finalis yang akan dipertarungkan di semi final di Jogja. Dari kampus Telkom, kami tidak berangkat sendiri, namun berdua dengan GTX-E 08 yang membuat alat bantu bayi untuk berjalan.

Tahap semifinal dibagi tahap, tahap 1 dimana produk awal kami harus di presentasikan dihadap tiga juri yang ahli di bidang Perancangan Produk, ahli Ergonomi, dan seorang psikolog anak. Ditahap ini produk kami sempat ditertawakan oleh para peserta dan panitia, Namun, ternyata dinilai kreatif oleh para juri.

Tahap 2 dilaksanakan secara dua tahap, pengamatan langsung di lapangan (tempat di Taman Pintar Yogyakarta), disini kami mengamati anak-anak yang sedang bermain dan mengambil foto mereka. Tak lupa, aksi-aksi cadid peserta lain dan panitia tidak luput dari sorotan kamera. Hasilnya???

Setelah pengamatan di Taman Pintar, semua permasalahan yang ada di taman bermain ini harus kami tuangkan dalam bentuk desain alat bermain yang aman bagi anak-anak untuk bermain di taman tersebut. Pada momen ini, tampak beberapa peserta mengalami stuck ide, ada yang mengalami lapar mendadak, serta stress gara-gara aplikasi atau laptop yang eror.

Setelah itu, produk kami presentasikan kepada dewan juri selama 15 menit. Dan anehnya, selama presentasi pertanyaan yang ditanyakan bukan mengenai produk yang baru saja kami buat, namun menanyakan prototipe produk utama kami yang belum sempat kami tunjukkan karena kesalahan pada ekspedisi peengiriman.

dan, alhamdulillah, setelah 2 hari berlomba dengan peserta lain, kami GTX-E 01 masuk sebagai 7 besar finalis Chronics tahun ini.

Pada tahap final, perlombaan tidak hanya mengenai desain dan analisa produk, namun merambah pada sisi marketing.ย  Di sini, kami dituntut menjual produk kami. Panitia menyediakan tempat pameran di hall Taman Pintar Jogja, dan kami mendapat tempat paling strategis, di depan pintu utama! Dan sesuai perkiraan, tempat ini, dengan sedikit sentuhan ornamen akan mampu menarik perhatian pengunjung.

Hasilnya, dengan segala bujuk rayu dan gombalan maut mengenai produk kami, Penghargaan “Best Team on Marketing Challenge” dapat kami raih. Yah tidak buruk untuk kesempatan pertama maju lomba nasional๐Ÿ™‚

Di sela-sela Marketing Challenge, ada presentasi mengenai analisis kelayakan produksi produk. Dan ini, merupakan salah satu penilaian terbesar dalam rangkaian lomba Chronics 2011 ini. Dan ternyata, kami hanya finish di peringkat 5. Di bawah UI, UGM, ITS, ITB. Yah, di kompetisi ini, kami akhirnya sadar, kemampuan presentasi yang cukup handal dan mampu mengantar kami hingga ke babak final ternyata tidaklah cukup. Kami kalah dalam jumlah dan kualitas data. Yup! Hampir semua data yang dimiliki peserta lain lebih detil dan lengkap. Bahkan peserta dari UGM, UI dan ITS hingga menampilkan data analisa tekanan, demand pasar yang lebih lengkap hingga pemilihan material yang disertai analisis yang tajam.

Disini kami paham, kami sadar, ternyata perancangan produk, tidaklah masalah desain. Dan ternyata, setiap produk yang beredar di pasaran, dari sekedar dot bayi hingga turbin pesawat memiliki proses yang tidaklah sekedar desain saja. Ada banyak ilmu yang berperan di belakang sebuah desain produk, dari Fisika, Biokimia, Material, hingga analisis keuangan dalam bidang produksinya. Dan itulah tugas kita, Para Insinyur Industri.

Chronics 2011 telah membuka mata saya, seorang mahasiswa baru TI terhadap perkuliahan yang akan 3 tahun kedepan, tentang profesi yang akan saya tekuni nantinya, dan tentang kompetisi tingkat nasional yang sebelumnya tidak pernah saya ikuti. Di chronics, pengalaman, teman dan sahabat baru serta sebuah pandangan baru saya dapatkan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s